The Wednesday Letter

Untuk Jodohku,
dimana pun kamu berada...

Hari ini adalah hari Rabu tanggal 6 Januari, hari Rabu pertama ditahun 2016 tepatnya awal bulan Januari. Kutulis surat ini kepada dirimu, Jodohku, yang belum pernah kutemui atau pun kita sudah pernah bertemu namun tanpa kita sadari atau juga ternyata kamu orang terdekatku. Aku tak tahu darimana aku harus mulai menulis dan mengapa aku menulis surat ini kepadamu. Entahlah. Mungkin karena aku terinspirasi dari novel "The Wednesday Letters" karya John F. Wright. Hanya bedanya di dalam novel tersebut, Jack Cooper, sang penulis surat setiap hari rabu yang selalu menuliskan surat kepada istrinya, Laurel Cooper, dari awal pernikahan sampai ajal menjemput. Namun surat yang kutulis ini mungkin sedikit berbeda.

Aku menulis surat ini sebagai pertanda usiaku yang menginjak 20 tahun. Sebuah angka pertanda usiaku sudah tidak lagi belasan tahun. Aku sedang melangkah menuju babak baru dalam kehidupanku. Umur 20 tahun ini akan mengajariku tentang kehidupan yang lebih luas, dan aku akan melihatnya dengan kacamata berbeda. Jodohku, apa sekarang kamu sudah berumur 20 tahun juga? Apa malah kamu belum berumur 20 tahun. Entahlah. Aku tak mempermasalahkan umur. Umur hanya sebuah angka. Bertambah umur malah semakin berkurangnya hidup kita di dunia fana ini.

Untuk Jodohku, dimana pun kamu berada, kamu adalah bagian dari diriku yang belum kutemukan atau yang sudah kutemukan tapi belum dipertemukan oleh suatu pertemuan yang sah oleh Tuhan. Kamu akan selalu ada dalam setiap hembusan nafasku ini, berdetak seirama jantungku, menghirup udara yang sama, menguatkan aku dalam menjalani hidup, membuatku bergairah dalam semangat yang berkobar. Terimakasih untuk suatu hari indah yang akan datang, saat kita bersaksi di hadapan Tuhan dan disaksikan seribu malaikat. Disini aku akan menunggumu sambil mencarimu.

Dari Jodohmu,
yang menulis surat ini...

Komentar

Postingan Populer